Pages

Showing posts with label Take a look closer. Show all posts
Showing posts with label Take a look closer. Show all posts

Monday, July 13, 2009

we are the children of life.



Your children are not your children.
They are the sons and daughters of Life's longing for itself.
They come through you but not from you,
and though they are with you, yet they belong not to you.
You may give them your love, but not your thoughts.
For they have their own thoughts.
You may house their bodies but not their souls,
for their souls dwell in the house of tomorrow,
which you cannot visit, not even in your dreams.
You may strive to be like them, but seek not to make them like you.
For life goes not backward, nor tarries with yesterday.

--Kahlil Gibran

Forgive us dear parents... but trully, a message from our deepest heart..
Not to be understanable.. yes..
Uneasily accepted.. I'm sure it is

But that's the way it should be...mothers & fathers






So just pray with your pure gentle heart...
that the Light may guide the path of our life..
N hope that this track is the best...

Saturday, March 14, 2009

Another Beautiful Thought.


Landon : Hey. How are you feeling?
Jamie : I'm ok, how are you?
Landon : Pretty good.
Jamie : I have something for you.
Landon : You do?
Jamie : Uh hmm... Don't worry it's not a bible. It was my mother's. It's got quotes from all her favorite books, and quotes by famous people. Her thoughts. Come on.
Landon : Okay, let's check it out. Okay..."What is a friend? It's a single soul dwelling in two bodies." -Aristotle.
Jamie : Uh uh, right here.
Landon : Okay. "Find out who you are, and do it on purpose." That's Dolly Parton.
Jamie : I always thought she was smart.
Landon : "Love is always patient and kind. It is never jealous. Love is never boastful or conceited. It is never rude or selfish. It does not take offense and is not resentful."
From the film A Walk to Remember.

"More new lesson for today... Sometimes we must be reminded again & again.... Beberapa hal kadang membuat kita kebal. Beberapa membuat sakit hati. "Kesabaran ada batasnya." kalimat favorit ketika keadaan sudah diluar batas kemampuan diri untuk menghadapi. Ketika kita bertanya-tanya, what the hell turns him into that monster? Well, all u gotta do is breath in, just ask some more love from HIM, n every thing will be okay.Because often things would look different n amazingly much better when we start to think with love, act with love, and hope with love. HIS love definitely."

Because LOVE is always patient and kind. It is never jealous. Love is never boastful or conceited. It is never rude or selfish. It does not take offense and is not resentful.

=)

Monday, March 9, 2009

A Peanuts Value.


Sebuah pelajaran dari comic strip ternama di dunia...
It's not too bad to be the one who helps, u know...
Orang besar adalah orang yang melayani sesamanya... Saya sangat percaya itu.
Have a good night
=)

"Kindness in words creates confidence.
Kindness in thinking creates profundity.
Kindness in giving creates love"

Lao Tzu

Thursday, June 19, 2008

ini baru wanita...

I always have this kind of respect feeling to my friend's sister. Di saat sebagian besar cewe bangga, to be mentioned "tomboy, kelaki-lakian, cuek, dsb"... She stood up and say to the world, that she's proud to be a girl.

Sebenernya saya rada ngga ngerti juga. Sindrom apa sih yang melanda cewe-cewe jaman sekarang sampai-sampai banyak yang ogah dikatain feminim? Melangkahi kodrat menurut saya. Coba liat kaum laki-laki, mereka akan bersumpah serapah klo sampe ada yang menyebut mereka feminim, kecuali kasus-kasus tertentu.

N this sister, si kakak ini, disuatu event akhirnya ketauan kalo dia hampir gak pernah make t-shirt klo keluar rumah. Bayangin!! Ngga rapih katanya... Salut saya, dan emang bener. Berapa kali saya jalan sama si kakak, ngga pernah sekalipun dia make kaos or something boyish, n prefer to wear girls shirt, or something girly, but it just fit nicely to her...

Menurut saya, harga perempuan ngga akan lebih tinggi dari pria mau setinggi apa jabatannya, sebanyak apa hartanya, senurut apa pasangan sama dia. What makes a woman truly a woman is... Bertindak sesuai kodrat alaminya, yaitu sebagai pendamping pria. Aku rasa itulah perempuan sejati.


Ps : tentang "pendamping" ini maknanya seluas lapangan bola... Ntar kita bahas di tulisan selanjutnya"

Saturday, June 14, 2008

hapilly ever after.

Mereka berjalan beriringan....
Nampak seorang telah letih...
Letih mengarungi hidup, ketika seorang manusia telah kelebihan pengalaman....
Namun ketika tidak ada lagi rahasia di dalam hidup mereka, pasangannya seolah mengerti, dan mempererat genggamannya...

Tanda kesetiaan.. Tanda pengabdian selama-lamanya.... Genggaman yang mengisi ruang-ruang kosong didalam hati... Menyegarkan jiwa yang letih....

Dan mereka menikmati detik demi detik yang mereka jalani. Yang seorang memegangi tangan pasangannya, sambil sesekali membiarkan ia menjauh sejenak, memberikannya kesempatan melihat dunia luas, seluas yang dapat direngkuhnya...
Namun satu yang pasti, pandangan mata pasangannya tak pernah lepas.... Selalu mengawasi, selalu menjagai, dengan perasaan sayang yang tak lekang berpuluh tahun lamanya...

Jumat sore, saya mampir ke sebuah toko buku didaerah tempat tinggal saya. Suasana cukup rame. Mulai dari anak TK yang merengek minta dibelikan child education toy, yah tipikal mainan edukasi baru yang katanya bisa meningkatkan daya kreativitas anak sambil bermain; seorang anak usia Sekolah Dasar yang sedang bingung memilih komik apa yang akan dibelinya, dengan tangan yang sudah penuh tapi masih tetap saja kurang; seorang remaja perempuan yang asik memelototi majalah mode keluaran Amerika di counter majalah sambil sesekali mengetik ntah apalah di hape-nya; seorang ibu yang sedang membajak secara diam-diam dengan menghapalkan resep-resep masakan dari buku resep (untuk apa dibeli kalau bisa diingat?); seorang Eksekutif muda menekuni kitab-kitab saktinya mengenai dunia bisnis dan perdagangan....

Dan yah, pandangan saya kemudian tertuju (atau ditujukan?) pada seorang oma. Oma itu berpakaian khas seorang oma seperti biasanya. Ia menyandang sebuah tas kanvas, tangan kirinya memegang sebuah shopping bag, sementara tangan yang satunya lagi asik menjelajahi rak-rak buku di bagian novel terjemahan. Si oma tersebut, ya ampun... wajahnya kok teduh sekali yah... Dan hobinya itu... Bayangkan saja, sudah tidak ada lagi rambut hitamnya, berjalanpun sudah agak berjuang, tapi keinginan untuk membuka jendela pikirannya masih luas terpancar... Dengan serius ia menekuni rak satu persatu, sambil sesekali melihat buku yang menarik hatinya. I wonder, ketika seseorang telah berumur sedemikian lanjutnya, ketika dunia dan lingkungan yang ditinggalinya sekarang sudah jauh berbeda dengan dunia yang dikenalnya dahulu, masihkah ada sebuah kerinduan untuk mengetahui apa yang terjadi di luar sana? Ketika sudah waktunya anda dan saya duduk santai dirumah, tidak sanggup lagi mengerjakan pekerjaan rumah, setiap hari menanti anak-cucu datang berkunjung, apakah masih tersisa ruang rasa ingin-tahu, apakah imajinasi itu masih ada? Apakah rasa sentimentil masih terpelihara?

Oh, iya... Ketika saya melihat diri Oma tersebut... ternyata masih ada. Dan ketekunannya dalam mengisi hidupnya menjadi bukti nyata. Oma tersebut berjalan perlahan-lahan, sambil dengan giat menoleh ke kanan dan ke kiri, masih mengobservasi.

Belum habis rasa kagum saya, ketika entah kenapa perhatian saya tidak lagi tertuju pada objek tujuan utama saya; atas dasar itu saya datang ke toko buku tersebut, saya sedang mempertimbangkan untuk membeli salah satu dari tetralogi Laskar Pelangi karya Andrea Hirata ; seorang Opa, yang sudah sepantaran Oma tersebut, datang mendekat, sambil bergegas mengambil-alih shopping bag yang sedari tadi berada di tangan kiri Oma. "Sudah ?" tanyanya. Si Oma, masih pandangannya ke rak buku-buku, persis seperti seorang anak yang berada di toko mainan, menjawab "Mmmm.... belum," Si Opa tersenyum, lalu menggandeng tangan Oma, dengan setia mendampingi. Oh,... sekarang saya total, gagal konsentrasi. dan sepertinya saya harus kembali lagi ke toko buku ini besok, karena saya ngga bisa berpikir lagi! hahaha...

Iya... pikiran Jessica lalu melayang...
Pertama akan kesetiaan dan janji sehidup semati yang bukan bohongan, yang sedang dihidupi oleh pasangan tua yang berbahagia ini (mereka nggak ubahnya seperti pengantin baru), tentang sebuah pengabdian yang melewati pahit-getir pengalaman hidup, yang membawa mereka pada sebuah pemahaman yang utuh tentang sebuah cinta yang sesungguhnya. Terlintas kemudian ajaran tentang kasih... kasih itu suci, kasih itu murah hati, kasih tidak megahkan diri, kasih tidak mencari keuntungan diri sendiri.... Iya, kasih yang sejati, yang muncul justru ketika kita merasa bahwa tidak ada lagi jalan keluar, ketika semuanya seperti berakhir, ketika berpisah jauh lebih baik daripada bersama...
Tetap, mukjizat datang... dan kasih yang sejati menutupi.

Dan ajaran yang kedua adalah yang datang dari rasa kagum saya akan jiwa yang senantiasa fresh, jiwa yang segar yang tersembunyi dalam atribut seorang lansia berumur 70-an tahun. Saya akan menjadikan Oma tersebut sebagai salah seorang role model saya. Hehe... Saya ingin, kelak ketika anak-cucu saya datang kepada saya, di masa tua saya, saya bukanlah Jessica yang tidak tahu, tapi Jessica yang memberi tahu. Saya ingin dikenang sebagai seorang ibu dan oma yang open-minded, peduli dengan keadaan sekitar saya, meluangkan waktu saya untuk hal-hal yang nilai investasinya tinggi seperti membaca buku, kemudian membagikan pengalaman tersebut kepada keturunan saya, dengan harapan mereka juga tumbuh menjadi orang-orang yang memiliki nilai-nilai idealisme dan integritas, 2 hal yang telah menjadi barang langka dan telah membeku menjadi fosil ditengah terpaan zaman modern ini.

Oma menjauh lagi.... Berjalan kearah rak buku rohani... Si Opa yang sudah capek, mengalah, melepaskan genggamannya. Namun satu yang pasti, tatapannya lekat mengawasi pendamping tercintanya... Saya pun berpaling, berusaha untuk tidak melamun sambil menabrak orang, berjuang mengembalikan konsentrasi saya, melupakan sejenak pengalaman hebat ini, kemudian terus berjalan...

And they live happily ever after....

Thursday, May 29, 2008

Guru dalam Tinta Emas (Part 1)

"Saya pernah denger di talkshow sebuah radio Jakarta, di daerah Cengkareng, ada seorang kepala sekolah
(yes, he is a headmaster of the school) yang harus merangkap kerja jadi pemulung karena harus biayain istrinya
yang sakit kanker, he doesn't have any choice, remembering that he must take care of his wife without distracting
his teaching time.

Sangat menyedihkan, dan ini bukan hanya satu karena masih banyak cerita-cerita miris tentang pengajar, yang sudah
bersedia merelakan hidup mereka demi masa depan calon pemimpin bangsa kita."

That's my recent comment for Adhitya Mulia's post. His topic is about anak asuh n guru asuh. Blog yang sangat menyentuh.
Disitu diceritain tentang anak-anak yang ngga bisa sekolah karena gak mampu bayar SPP, dan om Adithya Mulya mengajak kita
semua untuk rame-rame menyisihkan sedikit dana dan memberikan sebagian hati kita untuk membantu mereka yang membutuhkan.

Tapi ada satu hal lagi yang lebih menyentuh saya. Anak asuh, sudah banyak yang ambil bagian menjadi orang tua asuh bagi
mereka.
Tapi kalau guru asuh? Itu baru cerita lain. Yes, he wrote about it too. Dan membaca hal ini, saya jadi teringat sama sebuah buku yang tersusun dengan rapi bersama deretan buku-buku lain di rak buku saya. Judulnya GURU DALAM TINTA EMAS - "Kisah Guru Istimewa".
Udah cukup lama mendekam di rak buku tanpa perhatian dari saya. 3 tahun mungkin. Yah, bahan bacaan bertambah, satu demi satu, menggeser perhatian saya, sehingga si "Tinta Emas' hanya menjadi penghias rak buku diantara karya literatur lain yang lebih eye-catching.

Buku tersebut berisi kumpulan artikel-artikel dari koran Kompas mulai tahun 1997-2004. And the amazing thing, semuanya cerita tentang guru-guru yang "luar biasa". Baca buku itu, gak mungkin air mata kamu gak menetes. Bagaimana tidak, bahwa di negara kita ini, yang mulai diserbu dengan sekolah-sekolah franchise dari luar negeri yang mulai menjamur, dengan sekolah-sekolah lokal bertaraf internasional, berprogram internasional, ternyata masih tak terhitung jumlahnya sekolah-sekolah yang sangat prihatin, terutama di daerah terbelakang, yang jauh dari ibukota provinsinya. Dan guru-guru di sekolah tersebut, memiliki ceritanya masing-masing yang sangat memilukan hati...


(Sambungan blog ini bisa dibaca di posting selanjutnya)

Friday, April 18, 2008

Song of the Year

Emmy Rossum "Slow me Down"





















Rushing and racing
and running in circles
Moving so fast, I'm forgetting my purpose
Blur of the traffic is sending me spinning
Getting nowhere

My head and my heart are colliding, chaotic
Pace of the world
I just wish I could stop it
Try to appear like I've got it together
I'm falling apart

Save me
Somebody take my hand, and lead me
Slow me down
Don't let love pass me by
Just show me how
'Cause I'm ready to fall
Slow me down
Don't let me live a lie
Before my life flys by
I need you to slow me down

Sometimes I fear that I might dissapear
In the blur of fast forward I faulter again
Forgetting to breathe, I need to sleep
I'm getting nowhere

All that I've missed I see in the reflection
Passed me while I wasn't paying attention
Tired of rushing, racing and running
I'm falling apart

Tell me
Oh won't you take my hand and lead me
Slow me down
Don't let love pass me by
Just show me how
'Cause I'm ready to fall
Slow me down
Don't let me live a lie
Before my life flys by
I need you to slow me down

Just show me
I need you to slow me down

The noise of the world is getting me caught up
Chasing the clock and I wish I could stop it
Just need to breathe, somebody please
Slow me down


Wednesday, April 16, 2008

Why good people are poor?

That question running through my mind a couple times. Today I meet a man who works at a minimarket near my home. He deliveres mineral waters. And I must say, he definitely had this manner. Touching my heart, honestly. bagaimana dia menyapa dengan ramah dan sopan, sebagai seorang pengantar air minum, bagaimana dia permisi, dengan ramahnya dia tersenyum, seolah-olah harinya berjalan dengan ga ada masalah sama sekali. And again I say... He's touching my heart. Berapa sih upahnya sebagai seorang karyawan mini market? Belum lg klo dia harus biayain keluarganya... Istri, anak, dsb.. Well, it's not really a nice life, you know. People like this, I meet many of them, this past 3 years of my life, they really work with their heart.

Why... dengan sopan santun dan keramahan itu...mereka stay begitu-begitu saja?
Just livin their life like that day by day.. Dan hal-hal kayak gini nih yg bikin hari saya ngga tenang. Karena ketemu sama org2 kyk begini bisa bikin saya kepikiran terus, wondering hidup seperti apa sih yang mereka jalani.. Alam pikiran saya suka berimajinasi sendiri... Keluar deh sisi melankolis itu... Karena menurut saya karakter sopan santun itu mental orang sukses, karena datang dari hati. dan ironisnya banyak orang-orang dengan status sosial dan ekonomi yang jauh diatas mereka, supposed had that, tapi ngga milikin karakter itu. So sad...

Well, sepertinya hari ini Jessica harus ngomong sama dirinya sendiri...
Calm down, Jessica. God is good all the time. Tuhan itu adil. Ada masanya buat setiap kejadian, dan mungkin kejadian-kejadian yang kamu liat dan alamin itu, harus terjadi, supaya kamu n org lain punya bahan yang cukup bagus untuk direnungin... There's a reason for every situation. And, yea... God is good.
I captured this moment when Monik, Elsa and I spend our Saturday morning at Old Batavia.
That old man, I bet he was handsome when he was younger, nod to me and smile - weakly - when I ask his permit to take a pic of him...